Tak Terdeteksi Oleh Radar

Banyumas, nururmmah.org – Para ulama terdahulu adalah orang yang sangat tidak suka dengan pujian dan sanjungan. Karena mereka ingin menjaga niat dalam beribadah.
Sebagaimana Ali bin Husain bin Ali bin Abi Tholib , atau yang sering dikenal dengan nama Ali Zaenal Abidin.
Ali Zaenal Abidin di setiap malam ditengah suasana gelap gulita selalu bergerilya, memanggul karung gandum dan dibagikan kantong demi kantong di depan rumah orang-orang miskin.
Tidaklah amalnya ini diketahui oleh khalayak ramai, melainkan ketika dia meninggal dunia ditemukan dipundaknya bekas luka (ngapal) dan bersamaan dengan itu pula, fakir miskin di daerah tersebut kehilangan sosok misterius yang selalu membagi kantong-kantong gandum di depan rumah mereka setiap malam.

Semua itu dilakukan demi mendapatkan derajat mukhlis,beramal hanya karena ikhlas mengharap ridho Allâh ta’ala.

Semoga inilah yang sedang diaplikasikan oleh santri pesantren Nurul Ummah (cek foto).
Salah seorang santri putra PPTQ Nurul Ummah didapati sedang bersembunyi sendirian dibalik mimbar masjid. Mungkin kebanyakan orang akan mengira, santri tersebut bersembunyi adalah supaya mudah tidur dan tidak diketahui oleh ustadznya.

Tetapi tak disangka, ternyata dia sedang asyik dan menikmati hafalan haditsnya. Karena memang saat itu santri sedang menjalani ujian praktek hafalan hadits Arba’in An Nawawiyah.

Semoga dia dan seluruh santri Nurul Ummah menjadi generasi sholeh dan sholihah yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara.

Amiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *