PPTQ Nurul Ummah Gelar Wisuda Santri Angkatan Pertama dan Buka Puasa Bersama

Banyumas, Nurulummah.org – PPTQ (Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an) Nurul Ummah adakan acara “Wisuda Santri Angkatan​ ke-1 dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar MTs Nurul Ummah”, Sabtu (17/6/2017). Acara yang digelar di Aula YNUK ini mengundang seluruh wali santri, berlangsung mulai pukul 13.30 WIB sampai selesai buka puasa bersama.

Turut hadir dalam acara ini, Pembina YNUK (Yayasan Nurul Ummah Kendalisada), Ustadz Muslim Abdullah; Ketua YNUK sekaligus Mudir PPTQ Nurul Ummah, Ustadz Choir Hidayat; Kabag Pendidikan YNUK, Deni Abdillah; Kepala MTs Nurul Ummah, Rihan Musadik; Kepala SDIT Nurul Ummah, Elis Susanti; beberapa Pengurus YNUK, Dewan Asatidzah MTs Nurul Ummah, dan Asatidzah PPTQ Nurul Ummah.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ustadz Dadang Subadyo; dilanjutkan tilawatul Qur’an yang dibacakan wisudawan MTs Nurul Ummah, Khoiruddin Abdullah Azzam; sambutan Ketua Panitia, Deni Abdillah; sambutan Kepala MTs Nurul Ummah, Rihan Musadik; sambutan Mudir PPTQ Nurul Ummah, Ustadz Choir Hidayat.

Sambutan terakhir yang rencananya disampaikan Kepala Desa Kaliori, Opan Sopyan, dibatalkan karena yang bersangkutan berhalangan hadir. Setelah sambutan-sambutan, pembacaan Janji Alumni MTs Nurul Ummah oleh peserta wisuda yang dipimpin oleh Pembina YNUK, Ustadz Muslim Abdullah.

Dilanjutkan pemberian hadiah untuk wisudawan-wisudawati berprestasi, dengan beberapa kategori, yakni: nilai UN terbaik, hafalan Qur’an terbaik, akhlak terbaik.

Nilai UN terbaik putra, Yunus Saputra Pujianto; nilai UN terbaik putri, Salsabila Khoirunnisa; hafalan Qur’an terbaik putra, Khoiruddin Abdullah Azzam; hafalan Qur’an terbaik putri, Hana Usyarifah; akhlak terbaik putra, Mu’adz Ta’atul Walid; akhlak terbaik putri, May Wafa Zakiya.

Setelah shalat ashar berjamaah di Masjid Al-Barkah, wali santri dan semua santri PPTQ Nurul Ummah berkumpul kembali di tempat acara. Lalu dilanjutkan penerimaan raport kelas VII dan VIII, sementara santri kelas VII meninggalkan tempat untuk memenuhi undangan ke Pendopo Bupati Banyumas di Purwokerto.

Kemudian dilanjutkan tabligh akbar yang diisi oleh Ustadz Harisun sampai selesainya acara buka puasa bersama. Sebelum itu, sambil menunggu kehadiran sang ustadz, diisi penampilan nasyid perpisahan oleh para wisudawan (putra).

Menurut ketua panitia, Deni Abdillah, acara ini baru pernah digelar karena ini pertama kalinya MTs Nurul Ummah meluluskan santrinya. “Tentu ada banyak kekurangan dalam menyelenggarakan acara wisuda ini, karena namanya manusia pasti ada saja kekurangannya,” katanya.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Nurul Ummah, Rihan Musadik, menghimbau seluruh peserta wisuda untuk melanjutkan belajar ke jenjang berikutnya. “Jangan sampai kalian malas menuntut ilmu dan berhenti setelah lulus dari Nurul Ummah,” nasihatnya kepada peserta wisuda.

“Kejar cita-citamu, berusahalah dan mohon selalu pertolongan Allah,” tambahnya. Ia juga mengajak orang tua wali santri agar jangan sampai salah mengarahkan pendidikan untuk anak. Sebab, pendidikanlah yang akan menentukan anak menjadi baik atau buruk. Dan orang tua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas amanah yang sudah Allah titipkan.

Sementara itu, Mudir PPTQ Nurul Ummah, Ustadz Choir Hidayat, dalam sambutannya mengatakan bahwa kalau dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain, secara fisik Nurul Ummah mungkin kalah. Tapi untuk masalah kualitas pendidikan, insyaallah Nurul Ummah tidak kalah dengan yang lain. “Insyaallah kami siap mencetak putra-putri _panjenengan_ (baca: Anda) menjadi generasi-generasi Qur’ani yang berprestasi,” tuturnya.

Ia memberitahukan, untuk tahun ajaran depan seluruh santri MTs Nurul Ummah wajib _mondok_ (asrama). Bagi yang berdomisili di wilayah Kaliori, biaya asrama santri digratiskan. Ia juga meminta para hadirin untuk ikut berpartisipasi mengajak keluarga dan sanak saudara untuk sekolah di Nurul Ummah.

“Saya mengajak Bapak Ibu sekalian untuk ikut berpartisipasi agar keluarga atau sanak saudara bisa sekolah di Nurul Ummah, agar pahala terus mengalir ke Bapak Ibu walaupun sudah tiada, karena siapa yang mengajak pada kebaikan, ia akan memperoleh pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut,” ujarnya. (Rihan Musadik).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *