Kiat Mendidik Anak

image

Setelah shubuh seperti biasa aku sempatkan untuk menyaksikan anak anak di panti asuhan nurul ummah menghafal alqur’an macam polah tingkah anak anak asuh kami ada yang duduk menghadap tembok, ada yang di samping ust, ada menyendiri di teras sambil melihat pemandangan pagi, ada yang tiduran( yang jelek jangan di tiru ya?) tapi semua anak sedang sibuk dan semangat menghafal alqur’an. Smoga alloh ta’ala menjadikan mereka smua generasi qur’ani berprestasi. Di sisi lain saya juga terbayang rusakya moral generasi sekarang hattaa itu seorang pelajar sekalipun (walopun tidak smua) saya menyaksikan banyak pelajar dari SMP, SMA, sampai MAHA SISWA  berangkat sekolah sambil merokok, berduan antara lawan jenis, minum yang memabokan, apa lagi kalo menengok ke warnet di penuhi para pelajar putra putri sedang melihat adegan porno, kalo toh ada yang sekolah di sekolah islam masih jauh dari akhlak islam. Bayak pelajar putri berangkat dari rumah tanpa jilbab saat mau masuk di depan pintu gerbang sekolah baru jilban di pakai saati waktu pulang sekolah begitu keluar pintu gerbang jilbab di lepas lagi. Hasilnya beberapa survai membuktikan sebagian besar pelajar indonesia sudah tidak perawan. Bahkan banyak yg menggugurkan kandungan. Kalo sampai melahirkan bayi di buang di tempat sampah. Na’udlubillah. Lalu saya teringat pertanyaan salah satu ust ”  sebenarnya sulit mana antara menjadikan anak menjadi baik dengan menjadikan anak untuk menjadi rusak….? Mungkin banyak di antara kita termasuk penulis mengira akan lebih sulit menjadikan anak menjadi baik karena sudah begitu rusaknya zaman ini. Tapi tat kala penulis merenung harusnya untuk menjadikan anak menjadi baik itu lebih mudah. Dengan beberapa alasan setidaknya ada dua alasan 1. Anak terlahir ke dua sudah dalam keadaan bertauhid kepada alloh ta’ala ini terbukti dengan firman alloh ta’ala Dalam Al-Qur’an sebagaimana yang tercantum pada surat Al-A’raaf:172 ,

image

setiap anak yang terlahir punya perjanjian dengan Allah Sang Khalik Maha Pencipta. “alastu birabbikum > Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Allah berkata dan kita pun menjawab “balaa syahidnaa > Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Itulah yang Allah tanyakan kepada tiap manusia saat di alam arwah sebelum kita dilahirkan kedunia ini. Jadi anak punya modal tauhid sejak lahir kita hanya bertugas nengembangkan tauhid itu.

image

2. Setiap anak yang lahir dalam keadaan fitroh ini di kuatkan dengan hadis nabi
“Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi,Nasrani atau Majusi. (HR. Bukhari)”. Fitroh di sini artinya tauhid. Jadi dengan modal dari alloh ta’ala tersebut sebebarnya setiap anak cenderung kepada kebaikan.
Kenapa anak banyak yang rusak salah satu penyebabnya adalah lingkungan. Hilangnya lingkungan yang baik di masyarakat akan mengakibatkan anak anak akan bergaul di lingkungan yang rusak yang akan mengakibatkan lama kelamaan generasi muda kita akan menjadi rusak. Jadi para pembaca sekalian mari kita ciptakan lingkungan yang baik menurut syari’ah islam. Kita budayakan syi’ar syi’ar islam di masyarskat. Di lingkungan keluarga kita ciptakan keluarga yang baik. Di lingkungan sekolah kita ciptakan lingkungan sekolah yang baik. Di masyarakat di mana kita bermu’amalah dengan sesama kita ciptakan masyarakat yang baik. Dengan pertolongan dari alloh ta’ala insya alloh akan tercipta generasi yang robbani. Amin ya robbal ‘alamin.
Penulis: muslim abdulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *