Jika Barang Pinjaman Rusak, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

Banyumas, nurulummah.org – Alhamdulillah Wa Sholatu Wa Salamu Ala Rosulillah. Amma Ba’du..

Dalam fiqih barang pinjaman disebut   العارة  atau Al Aariyah atau barang yang dipinjam hanya untuk digunakan manfaatnya saja bukan dimiliki, jika barang yang dipinjam tadi rusak siapakah yuang harus mengganti kerusakan tadi? Hal ini ada 2 keadaan, beda keadaan akan membedakan hukum, Berikut 2 keadaan yang biasa terjadi pada  Al Aariyah

 

  1. Jika barang-barang pinjaman tadi dipakai sesuai akadnya, maka si pemilik barang yang sepenuhnya mengganti, misal Ahmad pinjam motor Mahmud untuk dibawa ke pasar, qodarullah motor jatuh maka yang wajib mengganti atau memperbaiki motor tadi adalah pemilik motor atau Mahmud.
  2. Jika barang yang dipinjam tidak digunakan sesuai akad, maka menjadi tanggung jawab sepenuhnya si peminjam. Misal Ahmad pinjam motor Mahmud untuk ke pasar, namun motor tadi dibawa ke masjid, qodarullah motor jatuh maka Ahmad selaku peminjam wajib menggantikan kerusakan yang ada.

Pada kasus pertama Mahmud tetap dianjurkan untuk membantu kerusakan motor tadi meskipun tidak wajib, karena kerusakan adalah kewajiban pemilik barang, adapaun bagi peminjam sunnah untuk membantu.

Pada kasus kedua tidak ada kewajiban bagi pemilik motor untuk membantu, karena ini adalah kewajiban bagi peminjam yakni Ahmad, karena menggunakan barang pinjaman tidak sesuai akad nya, hanya saja jika pemilik ingin membantu sunnah hukumnya.

Oleh : Ust. Nur Ahmad, S.Pd.I (Da’i Madina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *