Choir Hidayat: Jangan Tinggalkan Nurul Ummah Karena Dunia Semata

Ketua Yayasan Nurul Ummah Kendalisada (YNUK), Choir Hidayat mengaku bahwa melalui perantara Nurul Ummah ia menjadi lebih paham tentang Islam dan perjuangan.

Hal ini disampaikan dalam kajian bulanan Asatidzah YNUK di Masjid Al-Barkah, Selasa (6/6/2017). “Melalui perantara Nurul Ummah, saya menjadi lebih paham apa itu perjuangan, apa itu Islam dan iman,” tuturnya di depan asatidzah YNUK.

Beliau bercerita, pada awalnya ia masuk Nurul Ummah tahun 2012 dengan hati yang berontak dan serasa ingin kabur. Namun, takdir Allah menetapkan untuk terjun dan aktif di Nurul Ummah.

Semua ini tentu atas kehendak Allah semata. Sebab, Allah memiliki sifat _Al-Qadir_ dan _Al-‘Alim._ Allah Maha Kuasa terhadap para hamba-Nya. Allah juga Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

“Allah itu yang menyutradarai hidup kita, Allah punya skenario sendiri untuk kita, Allah tahu bahwa A itu yang terbaik untuk fulan, B yang terbaik untuk fulan; maka keberadaan kita di Nurul Ummah semata-mata atas kehendak Allah dan ini yang terbaik untuk kita,” terangnya.

Mengutip sebuah hadits bahwa barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan pahamkan agama kepadanya.

Karenanya, ketika di Nurul Ummah pemahaman agama kita semakin bertambah dan semakin dekat dengan Allah, berarti keberadaan kita di Nurul Ummah adalah sesuatu yang baik.

Jangan sia-siakan kesempatan kita di Nurul Ummah untuk beramal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah. “Hidayah itu bukan semata-mata diberikan, tapi kita sendiri juga harus berusaha mencari,” jelasnya.

“Jika nantinya antum terpaksa harus keluar dari Nurul Ummah, jangan sampai langkah kaki antum yang keluar meninggalkan Nurul Ummah berpindah ke tempat yang jauh lebih buruk dari Nurul Ummah dalam hal agama,” pesannya kepada para asatidzah yang hadir.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan ini perbanyak mendekatkan diri kepada Allah, mohon hidayah dan kemantapan hati. “Jangan sampai antum meninggalkan Nurul Ummah hanya karena dunia semata,” nasihatnya.

Menurutnya, tidak ada jalan dakwah yang mudah. Dakwah itu identik dengan perjuangan dan pengorbanan, entah berkorban waktu, tenaga, harta, atau bahkan keluarga.

Beliau mencontohkan bagaimana dulu Pondok Pesantren Baitussalam Semarang terlilit hutang hingga ratusan juta rupiah.

Kemudian yang dilakukan pertama kali ketika itu adalah memperbaiki kualitas agama orang-orang yang ada dalam lembaga tersebut.

Ibadah mulai ditingkatkan, amalan-amalan sunah digiatkan, memperbanyak doa, dzikir, serta mendekatkan diri kepada Allah.

Maka, apa yang terjadi, Allah bukakan pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka sehingga masalah hutang bisa terselesaikan atas pertolongan Allah.

Oleh karena itu, beliau menghimbau untuk lebih meningkatkan amal ibadah, terutama di bulan Ramadhan ini. “Dengan wasilah amal ibadah yang kita lakukan, Allah akan mudahkan segala urusan kita,” ujarnya.

“Dekatkan diri kita kepada Allah, salehkan diri kita masing-masing agar Nurul Ummah bisa _kecipratan_ kesalehan antum,” pungkasnya di akhir kajian.

Sumber : Nummah Onlina
Penulis: Rihan Musadik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *