Cita-Cita Besar Membuahkan Karya Yang Besar

(oleh Ust Abu UmarAbdillah) Pernahkah Anda membayangkan bagaimana para ulama terdahulu meraih derajat excelent dalam hal ilmu, meski masih sedikit sarana yang menunjangnya ? Imam Ahmad bin Hambal, beliau mampu menghafal satu juta hadits seperti yang di utarakan ar-Raazi. Padahal, pada zaman beliau, hadits-hadits yang di bukukan masih terbilang langka. Mungkin hanya kitab al-Muwatha’ karya

Buktikan Islammu

Bukti seseorang merasa memiliki islam, meyakini kebenaran islam, dan bahwa islam menjadi darah  dagingnya adalah ketika ia memeiliki kepedulian terhadapnya, ada pembelaan terhadapnya, ada pengorbanan untuknya, dan ada upaya untuk memeperjuangkannya. Dirinya tidak mungkin rela menjadi “muslim pasif”. BUKTI ISLAMMU Kepedulian dibuktikan dengan keseriusannya untuk mendalami islam dan cabang-cabang ilmunya. Lembaran sejarah dipenuhi oleh kisah

Apakah Pahala Orang Yang Hidup Sampai Kepada Orang Yang Sudah Meninggal?

Alhamdulillah wa sholawatu Wasalamu ‘Ala Rosululillah. Amma Ba’du… Perkara ini adalah perkara yang Klasik, yang terkadang jadi Perdebatan tidak berujung, namun terkadang karena sebab (Maaf) Ilmu yang masih minim, kadang kita berlebihan dalam menyikapi hal tersebut, lalu bagaimana para ulama memberikan Penjelasan terkait ini? Para Ulama berbeda Pendapat, apakah pahala harta atau Amalan orang yang

Miskin Harta Kaya Cita-Cita

Kemiskinan, sulitnya  ekonomi atau status sosial yang menengah ke bawah kerap dijadikan alasan untuk pasrah dengan kebodohan, atau cukup dengan ilmu yang pas-pasan. Tak mampu membeli buku, tak ada transportasi untuk mendatangi kajian, atau malu kepada sesama penuntut ilmu karena rendahnya status sosial.     Tapi, orang yang tinggi tingkat syukurnya kepada Allah, selalu optimis untuk

Lemah Hafalan, Bukan Sifat Bawaan

Banyak kisah orang – orang istimewa di kalangan ulama, hamper selalu disebutkan sisi kuatnya hafalan. Usia dini yang mampu menghafal Al-Qur’an, juga banyak nya hadits yang mampu dihafalkan. Sebagian orang menyimpulkan, itu adalah kemampuan bawaan.Lalu di jadikan alas an untuk pamit dari menghafal Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi sholallohualaihiwassalam. Apalagiyang telah terauma dengan kegagalan dalam hafalan,

Potensi Terasah Meski Sibuk Dengan Ma’isyah

  Alasan klasik untuk menghindar dari belajar adalah kesibukan mencari ma’isyah (bekerja_red). Seakan yang di wajibkan  belajar itu hanya anak-anak sekolah dan yangmasih kuliah , selebihnya hanya focus mencari nafkah. Sehingga banyak potensiyang mandeg dan tak berkembang. Baik dalam seluruh ilmu syar’i, maupun ilmuduniawi yang berguna memberikan kemaslahatan umum kaum muslimin. Padahal telahjelas spirit islam