Apakah Pahala Orang Yang Hidup Sampai Kepada Orang Yang Sudah Meninggal?

Alhamdulillah wa sholawatu Wasalamu ‘Ala Rosululillah. Amma Ba’du…

Perkara ini adalah perkara yang Klasik, yang terkadang jadi Perdebatan tidak berujung, namun terkadang karena sebab (Maaf) Ilmu yang masih minim, kadang kita berlebihan dalam menyikapi hal tersebut, lalu bagaimana para ulama memberikan Penjelasan terkait ini?

Para Ulama berbeda Pendapat, apakah pahala harta atau Amalan orang yang masih Hidup sampai kepada orang yang sudah Meninggal dunia?

Berikut penjelasan dari para Ulama terkait masalah ini:

Pendapat Imam Ahmad رحمه الله تعالى

Imam Ahmad bin Hambal رحمه الله تعالى memilih pendapat yang menyatakan Sampai amalan orang hidup baik berupa amal perbuatan/harta yang Di Infaqkan, beliau berkata :”Si Mayat Mendapatkan Kebaikan tersebut berdasarkan Nash yang Ada.

Imam Ibnu Taimiyyah رحمه الله تعالى terkait Masalah ini ada 2 pendapat di Kalangan Ulama, yaitu

  1. Si mayat mendapatkan Pahala tersebut seperti yang telah di Sepakati Oleh para Ulama.
  2. Tidak ada 1 Riwayatpun yang menyebutkan ini Sampai dan Mengikuti mereka lebih Utama.

Imam As-Shan’ani رحمه الله تعالى
Mayat Mendapatkan pahala pada Amal tertentu saja, (adapun amalan secara Umum ada perselisihan di kalangan Ulama terkait ini), yang pasti dia sampai kepada si Mayyit jika di Niatkan. Imam Ibnu Taimiyyah رحمه الله تعالى riwayat yang ada bahwa mayat mengetahui keadaan keluarga dan Kerabatnya di dunia, juga kebahagian dan Kesedihan yang mereka Rasakan.

والله أعلم بالصواب

(Taisirul Allam Syarhu Umdatul Ahkam; Hal 31).

TAMBAHAN

  1. Yang di Maksud amalan Khusus adalah Misal Qiro’ah seorang anak/yang masih ada Hubungan Kerabat kemudian pahala qiroahnya di Niatkan Untuk Orang tua, kerabat dekatnya, Atau Sedekah A.n Mayat, atau Menghajikan Orangtua yang sudah meninggal dunia, atau Amal ibadah lainya.
  2. Kadang Niat “Mengirim” pahala Sudah benar, namun Caranya kurang tepat, misal memaksakan diri harus hutang sana sini, mengundang orang dll, namun anaknya sibuk di Dapur tidak ikut mendoakan orang tuanya, Alangkah baik jika si Anak atau kerabatnya IKUT MENDOAKAN JUGA.

KESIMPULAN

  1. PAHALA AMAL PERBUATAN JASMANI/BERUPA HARTA sampai pada Mayit, selama caranya nya Benar dan tidak berlebihan.
  2. Saling Menghargai Perbedaan Pendapat dalam Perkara Khilafiah adalah Mulia.

✍Oleh : Ust. Nur Ahmad, S.Pd.I
(Da’i Madina)

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *